S. Sidiq
Setelah sekian lama harapan tak terwujudkan
Impian tak jadi kenyataan
Apalagi yang kau nantikan?
Pulanglah, Nak
Sepetak sawah
Sebidang kebun
Telah Bapak sediakan
Pulanglah nak,
Tinggalkan kebiasaan kota
O, bukannya dulu pernah kau katakan
Tak inginkan kemewahan tapi ketentraman
Kau idamkan hidup yang tenang
Di antara sanak kandang pedesaan
Ya, dulu pernah kau idamkan
Bersama kokok ayam dini hari
Mengawali hari-hari
Gemerisik dedaunan dan ricik air kali
Melewati hari-hari
Ya, ya. Kuingat dulu pernah kau katakan
Kau idamkan hidup yang tenang
Di antara sanak kandang pedesaan
Dan bukan bagai sekarang
Tenggelam dalam kesibukan
Larut dalam kerasnya persaingan
Hari-hari lewat tanpa mimpi
Dan harga diri dipertaruhkan bagi yang tak pasti
Pulanglah, Nak
Akui kekalahan dan jangan ingkari kenyataan
Karena kegagalan bukan suatu yang memalukan
Tapi untuk ditimbang dan direnungkan
Dicari titik imbang kemampuan dan kesempatan
O, pulanglah, Nak
Sepetak sawah
Sebidang kebun
Telah Bapak sediakan
Karena siapa tahu
Di sini hidup bagimu digariskan
Set as favorite
Bookmark
Email This
Hits: 101
Comments (0)

Write comment
| Next > |
|---|


