“Sepotong Senja Untuk Aisyah”atau “Pelangi di Ujung Senja”?

Ketika hampir semua orang tidak menerima poligami karena terlalu menyakitkan hati. Tetapi aq justru mengemukakan poli andri. So… pasti semua orang, kaum hawa terlebih kaum adam akan marah besar jika poliandri dilakukan.

Dalam dilema pemahaman pola hidup tersebut, yg tidak bisa diterima akal sehat masyarakat, justru antologi cerpen membedah hidup dg berpoliandri. Pembaca marah, menunjuk2 diri ku sebagai penulis dan memandang sinis karena tidak memberikan ending cerita yg “memuaskan” pembaca. Ma’af jika cerpen “Sepotong Senja Untuk Aisyah” menjadikan pembaca galau karena aisyah harus terpaksa berpoliandri.

Pilihan yg mungkin akan sulit jika pembaca mengalami jalan hidup seperti Aisyah. Antologi cerpen “PELANGI DI UJUNG SENJA” akan bisa menemani anda di sore hari sambil menyeruput kopi untuk sekedar mengingat bahwa jalan hidup sangat berwarna.

Penulis: Wahid Gunarto

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *