Ternyata ini 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan oleh Penulis Pemula, Apakah Sahabat Masih Mengalaminya?

Dalam menulis baik tulisan fiksi maupun nonfiksi, mengalami kesalahan penulisan merupakan hal yang wajar. Apalagi jika sahabat masih dalam tahapan belajar menulis atau penulis pemula.

Namun, apabila sahabat masih mengalami banyak kesalahan, tentunya hal ini bisa jadi boomerang lho! Sebab hal ini bisa menimbulkan kontroversi.

Maka dari itu, penting sekali untuk sahabat memperhatikan beberapa kesalahan yang sering terjadi kepada penulis pemula.

Yukk simak ulasannya di bawah ini!

  1. Penulisan Judul
    Judul merupakan komponen utama yang paling penting dalam sebuah tulisan. Karena sebelum membaca isi, pastinya pembaca akan membaca terlebih dahulu judulnya. Judul juga merupakan kunci apakah pembaca akan lanjut membaca atau tidak.
    Beberapa kesalahan yang terjadi pada judul di antaranya :
    1. Penulisan kata depan : di, ke, dari
    2. Penulisan kata sambung : dan, atau, untuk, bagi, yang
    3. Penulisan kata sandang : si dan sang
      Contoh :
      Salah : Mereka Yang Terbungkam
      Benar : Mereka yang Terbungkam
  2. Tidak Memperhatikan Outline Tulisan
    Outline tulisan ini tentunya sangat penting untuk membangun narasi sesuai dengan alur tulisan. Kesalahan penulis biasanya mereka tidak memperhatikan outline, sehingga tulisan akan menjalar kemana-mana.
    Maka sebelum menulis, alangkah baiknya untuk membuat outline terlebih dahulu. Dari sini kita akan tau bagaimana kesesuaian tulisan dari awal, isi, hingga akhir.
  3. Tidak Menentukan Sasaran Pembaca
    Apabila kita tidak menentukan sasaran pembaca, maka kita akan kesulitan dalam mengembangkan tulisan. Maka, tentukan terlebih dahulu materi dan gaya bahasa yang akan sahabat gunakan. Apakah tulisan sahabat untuk anak-anak, remaja, atau dewasa? Apakah akan menggunakan gaya bahasa yang formal atau tidak formal? dan sebagainya.
  4. Malas Membaca Buku
    Apabila sahabat ingin mengembangkan tulisan, maka rajin-rajinlah membaca buku. Karena dari sinilah ide dan referensi akan semakin meluas.
    Malas membaca buku cenderung membuat penulis menjadi stuck dan tulisannya terkesan membosankan.
    Maka, tanamkan dalam diri bahwa rumus bisa menulis itu sederhana. Semakin sahabat banyak membaca buku dan praktik menulis setiap hari, pastinya tulisan sahabat akan semakin bagus.
  5. Kurangnya Riset dalam Menulis
    Riset adalah hal yang penting dalam menulis, baik itu menulis fiksi maupun nonfiksi.
    Misalnya, sahabat menulis tentang dunia anak muda. Maka sahabat perlu melakukan riset tentang anak muda itu seperti apa. Bisa dari gaya bahasanya, lalu karakternya, dsb.
    Intinya, semakin banyak melakukan riset, maka akan semakin akurat data yang ada di dalamnya.
    Untuk melakukan riset bisa dengan banyak membaca buku, jurnal ilmiah, artikel, bertemu langsung dengan orang yang ada kaitannya dengan dunia itu, dsb.

Nah sekarang sudah tahu kan apa saja kesalahannya? yuk mulai diperbaiki! Dan jangan lupa untuk yang belum menulis, segera mulai menulis. Dan untuk yang sudah menulis, yuk diselesaikan tulisannya!

Semoga artikel ini membantu ya! Apabila ada pertanyaan, yuk kita diskusikan di kolom komentar!

Sumber: Wahid Gunarto

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.